HINDARI KECELAKAAN KERJA KARENA ALIRAN LISTRIK

19 September 2019 10:30:38 WIB

KAMIS, 19-9-2019

Himbauan dari PLN Kabupaten Bantul sehubungan dengan kejadian yang menimpa petugas Satpol PP beberapa waktu yang lalu hingga mengakibatkan korban meninggal dunia, maka dari itu agar tidak melakukan pekerjaan atau kegiatan yang berdekatan denga aliran listrik. Jarak antara pekerjaan dengan aliran listrik sesuai dengan PUIL  2000 yakni 3 meter.

Listrik berguna untuk membantu manusia, misalnya untuk mengisi daya baterai ponsel, laptop, ataupun menerangi rumah. Namun, sumber listrik bisa jadi berbahaya jika kita tidak berhati-hati. Jika tersetrum atau tersengat lisrik, seseorang dapat terluka atau bahkan kehilangan nyawa.

Kebanyakan kecelakaan karena listrik terjadi karena pekerja bekerja di dekat atau pada peralatan yang:

  1. Dikira sudah tidak menyala namun ternyata masih hidup
  2. Tahu bahwa menyala namun tidak memiliki pelatihan yang layak atau peralatan yang layak untuk mencegah luka

Pekerja yang bekerja dengan peralatan yang memiliki aliran listrik harus menyadari bahaya yang akan menghadapinya sehingga perlu waspada dan menggunakan alat pelindung diri jika diperlukan. Memilih peralatan yang tepat dan menggunakannya dengan benar akan mampu mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat listrik. Peralatan yang dipakai harus didesain dengan baik, dan terinstal dengan baik sehingga tidak menimbulkan sengatan listrik, ledakan, atau kebakaran saat digunakan dengan benar.

Beberapa tips untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat listrik yaitu:

1.Mengikuti standar penginstalan alat-alat listrik yang berlaku. Melalui standar instalasi listrik maka peralatan listrik dapat digunakan dengan aman.

  1. Peralatan lama yang masih digunakan dan berisiko menyebabkan kecelakaan maka penggunanya harus memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk mengetahui bahaya dan menghindarinya. Peralatan tersebut   sebaiknya ditempatkan di ruangan yang aman, yang hanya dapat diakses oleh orang-orang yang kompeten dalam mencegah bahaya.
  2. Beberapa peralatan dioperasikan pada voltase yang rendah sehingga tidak menyebabkan sengatan listrik yang berbahaya namun pada peralatan dengan voltase rendah tersebut dapat menyebabkan konduktor yang terlalu panas sehingga memicu kebakaran atau ledakan. Oleh karena ini perlu mewaspadai agar peralatan tersebut tidak terlalu panas dan memilih peralatan yang aman untuk digunakan.
  3. Pilihlah peralatan yang cocok untuk lingkungan kerja tempat peralatan tersebut digunakan, misalnya kabel dan peralatan yang digunakan pada industri berat, peralatan tersebut harus dilindungi dari kerusakan. Lingkungan kerja yang lembab dan basah juga berisiko menyebabkan terkena sengatan listrik. Oleh karena itu perlu memilih peralatan yang sesuai dengan keadaan lingkungan.
  4. Pekerja harus dapat menaksir situasi sebelum bekerja dengan peralatan listrik. Pekerja perlu menggunakan pelindung diri yang dapat mencegah dirinya terkena sengatan listrik.

Pekerja harus meyakinkan bahwa peralatan listrik tersebut aman saat digunakan atau ditinggalkan, misalnya:

  • Mematikan peralatan dengan benar, dan meyakinkan bahwa peralatan tersebut tidak akan menyala sendiri
  • Saat menyalakan peralatan maka harus diyakinkan peralatan tersebut bekerja dengan benar dan tidak ada yang menimbulkan bahaya.
  1. Jika bisa, hindari bekerja dengan peralatan listrik di tempat yang sulit diakses. Harus ada area yang cukup, akses yang lancar, dan pencahayaan untuk bekerja dengan aman. Tempat kerja yang sempit dan gelap akan sangat berbahaya jika harus menggunakan peralatan listrik.
  2. Manajer harus mengembangkan sistem dan prosedur tentang penggunaan peralatan listrik dengan aman. Ini harus dituliskan sehingga semua pekerja dapat membacanya dan peduli tentang risiko yang akan dihadapi.
  3. Aturan keselamatan harus dibuat dengan jelas dan dalam format lengkap. Pekerja harus tahu batasan dari pekerjaan mereka dengan mengetahui aturan keselamatan yang dibuat.
  4. Melakukan pelatihan untuk para pekerja berkaitan dengan program K3 khusus untuk masalah kelistrikan. Pekerja yang sudah kompeten sekalipun masih memerlukan pelatihan agar dapat peduli dengan keselamatan kerja mereka.
  5. Manajer dan pimpinan harus meyakinkan bahwa pekerja mereka telah mengerti metode kerja yan benar. Pekerja harus peduli batasan pekerjaan mereka, termasuk menyadari bahwa aksi mereka kemungkinan dapat menimbulkan bahaya kerja.
  6. Manajer, pimpinan, dan pekerja sama-sama bertanggung jawab untuk menyediakan peralatan yang aman dan meyakinkan bahwa peralatan tersebut cocok digunakan, dirawat dengan baik, dan dapat digunakan dengan aman.

Saat ini listrik seperti tak dapat dilepaskan oleh kehidupan manusia, begitu juga saat bekerja. Para pekerja memang seperti sudah terbiasa menggunakan peralatan yang tersambung dengan listrik. Namun kecelakaan kerja yang berkaitan dengan listrik juga harus terus dicegah dengan melakukan berbagai langkah seperti yang telah dijelaskan di atas. Pekerja yang peduli dengan keselamatan, peralatan yang terinstal dengan baik dan lingkungan kerja yang aman akan membuat proses operasional perusahaan berjalan dengan lebih baik.

SUMBER: http://mediak3.com/tips-mencegah-kecelakaan-kerja-akibat-listrik/

 

 

Komentar atas HINDARI KECELAKAAN KERJA KARENA ALIRAN LISTRIK

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
Isikan kode Captcha di atas
 

Website desa ini berbasis Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) Berdaya yang diprakarsai dan dikembangkan oleh Combine Resource Institution sejak 2009 dengan merujuk pada Lisensi SID Berdaya. Isi website ini berada di bawah ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International (CC BY-NC-ND 4.0) License